TIDAK PERLU KELILING DUNIA

WELCOME TO THE NURSE ASRAMA

keperawatan

Sabtu, 25 April 2009

ASKEP GOUT

BAB II
Isi


KONSEP DASAR TEORI
1. Pengertian
Penyakit gout merupakan kelainan metabolisme purin bawaan yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat serum dengan akibat penimbunan kristal asam urat di sendi yang menimbulkan atritis urika akut. Purin merupakan unsur pembentuk nukleoprotein yang merupakan sumber asam urat. Gout dapat bersifat primer maupun sekunder. Gout primer merupakan akibat langsung pembentukan asam urat yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau sekresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obat tertentu. Gout jarang ditemukan pada wanita, sekitar 95 % penderita gout ini adalah pria biasanya memperlihatkan gejala pada usia dewasa muda, dengan puncaknya setelah usia lebih 40 tahun karena pada keadaan normal kadar asam urat meningkat setelah masa pubertas sedangkan pada wanita tidak meningkat tapi setelah menopause. Penyakit ini sering menyerang sendi perifer kaki dan tangan tersering mengenai persendian metatarsofalangeal ibu jari kaki.

2. Etiologi
- Diet tinggi purin.
- Alkohol.
- Obat-obatan yang dapat menghambat ekskresi asam urat (aspirin, deuretik, levodopa, diazoksid, asam nikotirat, asetozolamid dan ethambutol).
- Generik.



3. Tanda dan Gejala
- Timbulnya Tofi pada sendi sinovial, bursa olekranon dan helix telinga.
- Nyeri dan kau.
- Bengkak dan kemerahan pada sendi yang sakit.
- Peningkatan asam urat serum.

4. Patofisiologi
























5. Pemeriksaan Diagnostik
- Kadar asam urat serum meningkat.
- Laju sedimentasi eritrosit (LSE) meningkat, yang menunjukkan inflamasi.
- SDP meningkat (leukositosis).
- Kadar asam urat urine dapat normal atau meningkat ditentukan oleh urine tampung 24 jam.
- Analisis cairan senovial dari sendi terinflamasi oleh tofi menunjukkan kristal urat mono sodium yang membuat diagnosis.
- Sinar X sendi menunnjukkan massa tofaseus dan destriksi tulang dan perubahan sendi.

6. Prognosa
Gout dapat merusak ginjal sehingga menimbulkan proteinuria dan hipertensi ringan apabila segera tidak ditangani.

7. Pencegahan
- Menghindari makanan tinggi protein.
- Menghindari minuman alkoholik.
- Menghindari menggunakan aspirin atau produk yang mengandung aspirin.
- Apabila terjadi serangan gunakan obat anti gout sesuai resep.
- Hubungi dokter bila serangan terjadi lebih sering atau berakhir lama.

8. Pengobatan
- Kolkisin, untuk menghentikan serangan akut yang diberikan setiap jam pada awal serangan nyeri hebat hilang.
- Obat urikosonik (probenesid dan alopurinol), menurunkan hiperurisemia dan membantu menghambat produksi asam urat.
- Tindakan bedah tofektomi: pengeluaran massa tofus.
- Menghindari makanan tinggi purin, seperti hati, ginjal, jeroan, remis, angsa dan daging rusa.
BAB III
Asuhan Keperawatan pada Klien Dengan Gout Athritis


A. Pengkajian
a. Data Subyektif
1. Episode akut, keluhan utamanya nyeri berat pada ibu jari kaki atau sendi lain
2. Tanyakan pada klien tentang pencegahan serangan daan bagaimana cara mengurangi serangan
3. Adakah peningkatan berat badan ?
4. Adakah riwayat athritis gout di keluarga ?
5. Apakah klien memakai obat untuk gout ?
b. Data Objektif
1. Klien tidak tahan terhadap sentuhan pada sendi dan menjaga daerah sendi yang terkena
2. Sendi bengkak dan merah
3. Adanya demam
4. Pembengkakan nodul mungkin terlihat jaringan subkutan di daerah sendi atau pada tulang rawan di helix telinga

B. Diagnosa Keperawatan
Dx. I

Dx. II Nyeri berhubungan dengan kerusakan integritas jaringan sekitar gout.
Resiko tinggi terhadap perubahan penatalaksanaan di rumah berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi dan rencana tindakan, koping tak efektif, pada kondisi kronis.




C. Rencana Tujuan
1. Tujuan Jangka Panjang
Dx. I
Dx. II :
: Nyeri dapat berkurang sampai hilang.
Klien mampu memenuhi kebutuhan aktivitas pemeliharaan dan pencegahan perawatan dini yang diprogramkan.
2. Tujuan Jangka Pendek
Dx. I


Dx. II :


: - Nyeri hilang
- Ekspresi wajah relax
- Tak ada merintih
- Klien paham tentang instruksi perawatan diri
- Sedikit melaporkan serangan gout
- Kadar asam urat dalam rentang normal
- Rencana untuk melakukan pencegahan dan gaya hidup baru

D. Rencana Tindakan
Dx. I




































Dx. II 1.1. Pantau kadar asam urat serum.
Rasional : untuk mengevaluasi keefektifan terapi.
1.2. Bila serangan terjadi saat pasien di rawat di RS implementasikan tindakan penghilang :
a. Berikan istirahat dengan kaki ditinggikan.
b. Berikan analgesik yang diprogramkan dan evaluasi keefektifannya.
c. Berikan kantung es atau panas basah.
d. Berikan peninggi tempat tidur bagian kaki pasien.
Rasional : Peninggian dan pemberian kantung dingin
membantu mengurangi bengkak, peninggian tempat
tidur membantu menghilangkan tekanan dari kaki,
analgesik memblok nyeri.


1.3. Berikan obat anti gout yang diresepkan konsul dokter bila kadar asam urat serum tetap tinggi dan nyeri tak hilang dengan analgesik.
Rasional : Obat anti gout menghambat reabsorbsi asam urat di tubulus ginjal (benemid) melawan patogenesis leukosit yang deposit urat lanjut (allopurinol). Terapi obat tambahan dapat di perlukan bila kadar asam urat tinggi.
1.4. Instruksikan pasien untuk minum 2-3 liter/hari dan meningkatkan pemasukan makanan pembuat alkalin seperti : susu, buah, daging. Bila kelebihan berat badan konsul dokter tentang penggunaan tablet natrium bikarbonat.
Rasional : Tindakan ini mencegah batu ginjal, komplikasi
mayor yang berkenaan dengan asam urat tercetus
dalam urin asam. Urin basa menghambat pencetus
batu asam urat.
1.5. Untuk meminimalkan perkembangan deformitas sendi, rujuk pasien pada bagian terapi fisik untuk bantuan perencanaan latihan preventif.
Rasional : Terapi fisik adalah spesilis yang mengevalusi
tingkat mobilitas pasien dan rencana latihan rutin
yang memenuhi kebutuhan pasien dalam memndang
status kesehatan saat ini.
2.1. Berikan informasi tentang :
a. Sifat kondisi ingatan bahwa terdapat kesalahan genetik pada metbolisme purin, tetapi serangan nyeri dikontrol dengan terapi obat. Tekankan penntingnya menggunakan obat anti gout yang diresepkan.
b. Tujuan tindakan
c. Pemeriksaan diagnostik, meliputi :
o Deskripsi singkat tentang tes.
o Tujuan.
o Persiapan yang diperlukan sebelum tes.
o Perawatan setelah tes.
Rasional : Kepatuhan ditingkatkan melalui penyuluhan
kesehatan, juga mengetahui apa yang diharapkan
membantu mengurangi ansietas.
2.2. Ajarkan pasien apa yang dilakukan selama serangan :
o Mengistirahatkan sendi yang nyeri.
o Tinggikan ekstermitas dan berkan kantung es atau panas basah.
o Hindari aktivitas yang meningkatkan ketidaknyamanan (menggunakan sepatu, menutup kaki dengan linen tempat tidur, berjalan).
Rasional : Tindakan normal membantu mencegah kerusakan
lanjut pada sendi dengan mengurangi bengkak,
inflamasi dan tekanan pada kaki.
2.3. Ajarkan bagaimana mengontrol serangan gout :
o Menghindari faktor pencetus (makanan tinggi purin, minuman alkoholik, menggunakan aspirin atau produk menggunakan aspirin).
o Menggunakan obat anti gout sesuai resep. Hubungi dokter bila serangan berlangsung lama.
Rasional : Situasi tertentu tdak mengaktifasi efek obat anti
gout, mengakibatkan retensi asam urat, obat anti
gout menurunkan kadar asam urat serum.
2.4. Jamin bahwa pasien mempunyai instruksi tertulis tentang
perawatan diri dan informasi tertulis tentang obat yang
diprogramkan selama di rumah, termasuk nama obat, dosis
jadwal, tujuan, efek samping yang dapat dilaporkan serta
tekankan tentang pentingnya perawatan lanjutan.
Rasional : Instruksi verbal akan dengan mudah dilaporkan,
pemantapan periodik dari kadar asam urat serum
perlu untuk mengevaluasi keefektifan terapi obat.
2.5. Instruksikan pasien untuk menghubungi dokter bila terjadi
nyeri panggul kolik.
Rasional : Ini dapat menandakan pembentukan batu ginjal.

Buku Sumber : Rencana Askep Medikal Bedah Vol.2 , Barbara
Engram Hal : 311-314.

E. Implementasi
a. Membantu tercapainya tujuan pengobatan.
1. Memberi obat sesuai program.
2. Memberi intake cairan yang tepat.
3. Memberi kenyamanan.
- Istirahat total hingga nyeri dan serangan akut berkurang.
- Hindari menyentuh sendi atau menggerakan ekstermitas yang sakit sehingga nyeri akut hilang.
b. Penyuluhan dan konseling.
1. Jelaskan pada pasien tentang asal mulanya penyakit.
2. Anjurkan pada pasien untuk menggunakn obat sesuai anjuran.
3. Bantu pasien untuk mengurangi berat badan bila kelebihan berat.
4. Bantu pasien untuk memenuhi intake cairan yang cukup dan out put antara 200 melakukan sampai 3000 melakukan per hari.

F. Evaluasi
Evaluasi didasarkan pada hasil yang diharapkan dari pasien.
Pertanyaan yang dapat dianjurkan adalah sebagai berikut :
1. Apakah pasien terbebas dari nyeri sendi ?
2. Apakah pasien dapat mendiskusikan pengobatan dan perawatan selanjutnya untuk menghindari serangan gout arthritis berikutnya ?

Buku Sumber : Perawatan Medikal Bedah 2 (Barbara. C. Long)

19 komentar:

  1. Terima kasih untuk berbagi informasi , informasi itu sangat informatif dan membantu
    OBAT ASAM URAT

    BalasHapus
  2. Cara Mengobati Kanker Rahim Tanpa Operasi Tips mencegah kanker rahim dengan kubis secara alami bisa Anda coba terapkan, dengan cara memasukan bahan tanaman kubis ke dalam makanan sehari hari Anda serta mengolah bahan kubis dengan cara yang benar sehingga kandungan yang terdapat pada tanaman kubis tidak hilang.

    BalasHapus
  3. Pola Makan Sehat Mampu Kurangi Resiko Miom
    Ternyata pola makan sehat mampu kurangi resiko miom, dengan menjaga asupan makanan Anda bisa mengurangi terserangnya penyakit miom yang bisa terjadi pada siapa saja.

    BalasHapus
  4. terima kasih informasinya, kunjungi website saya di obat gondok

    BalasHapus